Rizti Khairinnisa
210110070186
Kelompok 3
“Self Development 5”
Andai Aku Bertemu Tuhan
Andai aku bertemu Tuhan, aku pasti tak sanggup berkata-kata melihat semua kebesaranNya yang telah membuat segala sesuatu lebih mudah untuk aku jalani. Andai aku bertemu Tuhan, aku pasti menunduk malu terus menerus dan duduk terdiam tak sanggup bicara sepatah kata pun.
Andai aku bertemu Tuhan, hal yang paling pertama ingin aku sampaikan adalah terima kasih. Terima kasih untuk semua yang telah Ia berikan padaku. Atas keluarga yang Ia berikan padaku. Seorang ibu yang tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan yang Ia berikan, dan dari sanalah aku belajar. Atas adik-adik yang begitu sayang padaku. Serta seorang ayah yang seperti itu yang membuatku juga belajar banyak tentang dunia. Pemikirannya yang luas juga menjadikannya inspirasi buatku. Atas teman-teman dan lingkungan sekitar yang telah membuatku tumbuh menjadi seperti sekarang. Teman-teman yang berbeda, membuatku mengerti dan paham akan indahnya hidup jika kita semua berbeda warna. Terima kasih karena telah menjagaku dan manjauhkanku dari segala hal yang sesat. Dan tentunya juga karena telah menjaga orang-orang yang aku sayangi. Rasanya tak pernah ada habis kata “syukran” untuk Tuhan. Untuk setiap oksigen di tiap detiknya, untuk setiap kesehatan yang aku miliki di tiap harinya. Karena semua itu hanya kepunyaan Tuhan yang dipinjamkan kepada kita.
Setelah berusaha mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya, hal yang aku ingin sampaikan adalah meminta maaf-Nya. Jujur aku malu. Aku malu karena hanya sebatas inilah yang mampu aku lakukan karenaNya. Sebatas kemampuan makhluk yang terbatas inilah yang mampu aku berikan. Aku seringkali melalaikan kewajiban dan perintahNya. Entah karena sengaja atau tidak disengaja. Entah kenapa kekhilafan itu seringkali terjadi. Entah karena benar-benar malas, kelelahan, atau tanpa aku sadari aku melakukannya. Aku begitu menyesalinya. Tetapi kesalahan-kesalahan itu berulang lagi. Aku hanya berharap Tuhan mau menerima maafku. Maaf yang mungkin tak berarti apa-apa dibanding kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat. Tapi aku akan tetap mencobanya untuk memohon maaf atas kecerobohan dan kebodohanku. Karena ucapan terima kasih dan mohon maafku adalah ucapan tulus dari dasar lubuk hatiku yang paling dalam.
Tuhan, terima kasih ya untuk segala yang engkau berikan dan aku mohon maaf atas apa yang aku lakukan.