First C in my life!!!

this is my story today, i should tell in Indonesian cause i’m worst in English ha-ha:

I got C for my Interpersonal Communication,,!!

Bad news! Yang gw rasain setelah ngeliat nilai itu di papan pengumuman adalah,, i felt a little earthquake rock my world,, and then disapointed,, hope that was a nightmare,, and i’ll be wake up for several minutes later,,

melayang, tercengang, linglung,, whoa!!!! it worst,,

dan ini adalah perhitungan kemungkinan IP gw semester 3 :

Komunikasi Antarpribadi: C = 3 sks X 2 = 6

Azas-azas Manajemen: A = 3 sks X 4 = 12

Dasar Penulisan: A = 3 sks X 4 = 12

Dasar Logika: A = 3 sks X 4 = 12

Komunikasi Kelompok: A = 3 sks X 4 = 12

total yg uda ditangan 54,

*kmungkinan KomBis sm MPSR(Manajemen Produksi Siaran Radio) A, meant IP gw naek dan gw selamat

*kmungkinan salah satu B dan sisanya A = IP gw turun!!! oh no-no

*kmungkinan keduanya B = idup gw ANCUR!!!!!

sounds over??? to me it’s normal!!!

ya gw tau banyak yang lebih rendah daripada gw, tapi gw g peduli kar’na artinya gw udah gagal mencapai apa yang gw targetin,, bukannya sok atau sombong,, but it’s me,, gw ngga’ ngehina yang lebih rendah,, yg gw permasalahkan adalah kenapa nilai gw g sesuai sama apa yang udah gw targetkan,, that’s all,,

Call me LEBAY or everything,, but i thought it was normal reaction,, cause i can’t reach my target,,

i’ve planned my life,, what should i take,, what should i choose,, and what should i reach,,

but my daddy said,, hey, it’s not a really big deal honey! The important one now, what should you do now,, on this semester,,

yeah,, may it’s rite,, i should be more diligent and careful with my sks planning,, and do the best

Doa hari ini:

Tuhan,, izinkan kedua nilai itu A,, amien,,

Ditulis dalam ^story of life^. Kaitkata: , , , , . 2 Komentar »

“kenyataan perasaan”

aku menunjukan foto2 itu pada adikku, dan aku menceritakan sedikit tentangnya. Dan dengan lugunya ia bertanya padaku,”Tumben, kamu suka sama cowok yang punya cewek!” Dan effect-nya, bagai petir di siang bolong. Bukannya dulu itu prinsip gue ya? Kenapa aku begitu terjerat dan terperangkap? Aku tau bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang kumiliki karna dirampas orang lain.
Apakah aku akan melakukannya pada orang lain? But, heyy,, i don’t do anything to him. Bahkan aku belum berkenalan dengannya. Yang kulakukan adalah mengaguminya dari jauh. Sebatas itu!
Tuhan apakah aku dosa?
Aku selalu berdo’a agar hatinya menjadi milikku, tapi apakah aku berpikir bagaimana dengan gadis itu? bagaimana hatinya ketika suatu saat orang yang aku kasihi itu meninggalkan gadisnya? Bagaimana jika saat ia bersamaku ada orang yang berdoa seperti itu juga?
Jika keadaannya seperti ini, kenapa aku begitu mendambakannya? Benar, aku belum dapat mendefinisikan sebentuk perasaan yang aku miliki untuknya.

Aku tak terlalu merindukannya, tapi melihat ia berjalan dari belakang aku begitu ingin memeluknya dan tak melepaskannya. Begitu ia muncul disekitarku, aku merasa jantungku seakan berdebar kencang walaupun sebenarnya tidak. Aku tak pernah berpikir untuk menyatakan perasaan yang undefined ini. Aku lebih merasakan euphoria saat aku tau informasi tentangnya dibanding aku bertemu dengannya. Aku kesal bukan main saat aku tahu dia mulai menyadari keberadaanku sebagai secret admirer-nya. Dan satu lagi,feelingku tepat tentangnya. dalam situasi tertentu saat aku mengatakan sesuatu tentang dia yang keluar begitu saja dari mulutku hal itu benar2 terjadi. Semakin ia banyak dicela, semakin menarik bagiku. Semakin ia menjadi buruk, semakin aku menginginkannya. Bahkan hatiku tak lagi merasakan apa-apa ketika aku tahu ia kembali dengan mantannya. Tak sedih, tak kecewa, tak merasakan apa-apa. Aku makin ingin menunggunya. Walaupun aku selalu merasa tak pantas bersanding dengannya. Dia terlalu tinggi dalam anganku. Tapi aku ingin bersamanya. Aku heran mengapa aku tak patah ketika aku tahu “tampaknya” ia begitu sayang dan sangat-sangat sayang dengan gadisnya.

Aku tak tahu apakah ini obsesi atau cinta,, jika obsesi,, kenapa aku tak berusaha memilikinya dengan segala cara? kenapa aku tak marah ketika melihat foto2nya dengan gadisnya? Aku justru suka melihatnya,, entahlah,,

and now he’s spinning around on my head,,
Tuhan, izinkan hatinya berlabuh padaku sekarang dan untuk selamanya,,
Tuhan, jika ia tercipta untuk *setidaknya sejenak* bersamaku, maka dekatkanlah ia, yakinkanlah ia padaku,,
Tuhan, jika ia bukan untukku maka buatlah ia menjadi untukku, at least for a while,,
Tuhan, maafkan aku jika doa ini tanpa aku sadari akan menyakiti orang lain,,
Tuhan, kabulkanlah doaku
Amien,,

Ditulis dalam ^story of life^. Kaitkata: . 3 Komentar »

harapan hari ini

seandainya yang bisa membuat saya bahagia mengerti bagaimana cara membuat saya bahagia

PUISI MALAM INI

Tuhan kenapa aku tak dapat menerima mereka?
Tuhan apakah ini disebut tidak menghargai apa yang Engkau berikan padaku?
Tapi bukankah ‘rasa’ adalah anugerah?
Dan bukankah sesungguhnya kita tidak dapat memilih kepada siapa ‘rasa’ itu Engkau anugerahkan?
Tuhan apa aku salah?
Tuhan, tunjukkanlah… bagaimana aku harus bersikap…
Kenapa Engkau belum menganugerahkan ‘rasa’ itu padaku?
Apa Engkau tak cukup percaya padaku bahwa aku sanggup memegang semua konsekuensinya?
Jika begitu… maka bantu aku mohon bantulah aku..
agar aku sanggup memikulnya
Tuhan… aku percaya Engkau mendengar permohonanku
dan aku sangat-sangat percaya bahwa Engkau akan mengabulkannya
hanya masalah waktu….

terima kasih Tuhan

My Business Someday *Insya Allah.Amien*

KRITER

humph… hope someday i can make it become real… K.Rit’er… a priceless gift hoho

Identity:

Name : K.Rit’er

Product : ready-to-wear clothing

Owner : Rizti Khairinnisa

amien amien someday it’ll be

Ditulis dalam fashion story. Kaitkata: , , . 1 Komentar »

Andai Aku Bertemu Tuhan

Rizti Khairinnisa
210110070186
Kelompok 3
“Self Development 5”

Andai Aku Bertemu Tuhan
Andai aku bertemu Tuhan, aku pasti tak sanggup berkata-kata melihat semua kebesaranNya yang telah membuat segala sesuatu lebih mudah untuk aku jalani. Andai aku bertemu Tuhan, aku pasti menunduk malu terus menerus dan duduk terdiam tak sanggup bicara sepatah kata pun.
Andai aku bertemu Tuhan, hal yang paling pertama ingin aku sampaikan adalah terima kasih. Terima kasih untuk semua yang telah Ia berikan padaku. Atas keluarga yang Ia berikan padaku. Seorang ibu yang tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan yang Ia berikan, dan dari sanalah aku belajar. Atas adik-adik yang begitu sayang padaku. Serta seorang ayah yang seperti itu yang membuatku juga belajar banyak tentang dunia. Pemikirannya yang luas juga menjadikannya inspirasi buatku. Atas teman-teman dan lingkungan sekitar yang telah membuatku tumbuh menjadi seperti sekarang. Teman-teman yang berbeda, membuatku mengerti dan paham akan indahnya hidup jika kita semua berbeda warna. Terima kasih karena telah menjagaku dan manjauhkanku dari segala hal yang sesat. Dan tentunya juga karena telah menjaga orang-orang yang aku sayangi. Rasanya tak pernah ada habis kata “syukran” untuk Tuhan. Untuk setiap oksigen di tiap detiknya, untuk setiap kesehatan yang aku miliki di tiap harinya. Karena semua itu hanya kepunyaan Tuhan yang dipinjamkan kepada kita.
Setelah berusaha mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya, hal yang aku ingin sampaikan adalah meminta maaf-Nya. Jujur aku malu. Aku malu karena hanya sebatas inilah yang mampu aku lakukan karenaNya. Sebatas kemampuan makhluk yang terbatas inilah yang mampu aku berikan. Aku seringkali melalaikan kewajiban dan perintahNya. Entah karena sengaja atau tidak disengaja. Entah kenapa kekhilafan itu seringkali terjadi. Entah karena benar-benar malas, kelelahan, atau tanpa aku sadari aku melakukannya. Aku begitu menyesalinya. Tetapi kesalahan-kesalahan itu berulang lagi. Aku hanya berharap Tuhan mau menerima maafku. Maaf yang mungkin tak berarti apa-apa dibanding kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat. Tapi aku akan tetap mencobanya untuk memohon maaf atas kecerobohan dan kebodohanku. Karena ucapan terima kasih dan mohon maafku adalah ucapan tulus dari dasar lubuk hatiku yang paling dalam.
Tuhan, terima kasih ya untuk segala yang engkau berikan dan aku mohon maaf atas apa yang aku lakukan.

Ditulis dalam refleksi. Kaitkata: , , , , . 3 Komentar »

My Last Day

Rizti Khairinnisa
210110070186
Kelompok 3
“Self Development 6”
My Last Day
Apa yang harus aku lakukan jika ini hari terakhirku? Sebelumnya, aku tak pernah benar-benar memikirkan hal seperti itu terlalu dalam. Kecuali saat dulu, tepatnya Desember 2006, aku masuk ICU gara-gara demam berdarah. Pasien yang masuk di hari sama denganku meninggal karena DBD. Hal itu benar-benar mengguncang jiwaku. Aku shock berat. Sementara trombositku tak kunjung naik, aku mulai dihantui pikiran-pikiran aneh itu. Bagaimana kalau aku hidup tidak lama lagi di bumi?
Aku harus melakukan banyak hal yang belum pernah aku lakukan sebelum ‘pergi’. Aku harus banyak makan es krim, coklat, semuanya! Touring ke Bali naik sepeda motor bareng anak-anak seperti biasanya. Tapi dengan keadaanku saat itu yang terkulai lemas di ICU, aku tak mungkin bisa melakukan banyak hal. Aku langsung sedih. Dan berharap agar Tuhan tidak mengambil nyawaku sekarang atau dalam waktu dekat ini. Aku berharap Tuhan masih mau memberiku kesempatan untuk membahagiakan ibundaku tercinta. Dan aku mencoba kembali tenang.
Tapi bayangan orang yang masuk ICU lalu meninggal itu terus saja membuatku resah. Hingga aku berpikir, pasti ada satu hal yang benar-benar aku lakukan sebelum malaikat maut datang menjemputku. Aku berpikir sampai aku lemas tak berdaya, trombositku tak kunjung naik juga dihari kedua. Sampai ketika ayah datang dan pamit untuk bertugas ke Jakarta. Ayah berjanji akan segera pulang dan menjagaku lagi. Ia juga bilang kalau aku segera sembuh, ia akan membelikan sepatu baru. Aku mengangguk dan hanya mampu bilang “Hati-hati ya Ayah!”
Aku memandangi laki-laki paruh baya itu. Banyak dendam untuknya. Banyak sekali sakit hati yang aku rasakan karenanya. Bukan hanya sakit hati yang aku rasakan. Tapi sakit yang bunda rasakan, sakit yang kedua adik kecilku rasakan saat itu. Sejak kelas 3 SD, kedua orang tuaku bercerai disebabkan pihak ketiga dari ayahku yang kini menjadi istrinya. Yang kusesali saat itu bahkan adikku yang bungsu belum lancar berbicara. Adikku yang hingga kini tak pernah merasakan bagaimana bahagianya memiliki seorang ayah yang setiap pagi akan membangunkannya untuk mandi dan mengantarkannya pergi ke sekolah seperti yang aku rasakan dahulu. Atau saat aku tidak bisa tidur dan ayah selalu mendongengkan cerota-cerita karangannya yang menurutku lucu. Adikku tak pernah merasakannya.
Aku tidak peduli sebenarnya dengan perceraian kedua orang tuaku. Aku menganggap mereka sudah dewasa untuk memutuskan segala sesuatunya. Yang aku sesali kenapa justru orang yang aku sayangi yang akhirnya menghancurkan masa-masa indah hidupku, bundaku, dan kedua adikku. Ya memang aku sangat benci padanya. Tapi aku tak pernah mampu untuk mengungkapnya. Karena dibalik hati yang mendendam ini ada rasa cinta yang begitu besar untuknya. Besar sekali. Karena dia ayahku, begitu kata bunda.
Aku mulai berpikir jika tidak ada hari esok lagi untukku, aku akan menumpahkan semua kekesalanku pada ayah. Aku akan menunjukkan bagaimana ‘sakit’ yang aku alami selama ini. Bagaimana irinya hatiku saat aku melihat begitu bahagianya keluarga teman-temanku yang lain dengan keluarga yang ‘wajar’. Aku berjanji semua uneg-uneg itu akan aku keluarkan sampai semua beban yang ada di dadaku hilang. Sampai nafasku lega dan tak seberat saat aku menahan tangisanku lagi. Tapi setelah itu aku akan mengatakan maaf karena sudah sangat membencinya. Lalu aku akan mengatakan bahwa aku sangat menyayanginya. Aku ingin membuatnya tersenyum bangga pada satu-satunya anak perempuan yang ia miliki.
Yap, sepertinya hanya itu saja yang aku ingin lakukan jika hidupku hanya tinggal hari ini saja. Aku akan menumpahkan semua isi hati yang selalu aku tutup-tutupi dari ayah. Semuanya hingga tak ada lagi beban yang tersisa dihati.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.