BIMBANG

aku belum mengecapnya,,
aku belum tau rasanya,,
tapi sudah cukup banyak yang kulihat,,
dan itu cukup untuk membuat kesimpulan,,

perih,, dan luka,,
semua kesimpulan mengarah kesana
aku menjadi ragu untuk melangkah
aku tak tau harus ke arah mana aku percaya

tak semudah itu menyerahkan hati
jika akhirnya hanya untuk terluka
dan sekarang,, hanya bimbang

Ditulis dalam puisi dan cerita. Kaitkata: . 1 Komentar »

dilema

rasa seperti apa yang ingin kuungkapkan?

terlalu lama aku memendamnya

bahkan aku tak pernah menampakkannya

aku sendiri tak tahu bagaimana ia berwujud

jika mampu aku ingin melihatnya, menyentuhnya, dan menggenggamnya

aku ingin merasakan yang aku miliki itu


ah gw bingung,, gw ngga’ ngerti,, lebih berat dari fisika,, g bisa diprediksi,,

kalo iya perasaan itu nyata knapa gw beku, tapi knapa gw pgn tau

dan sekarang saat gw pengen ‘puasa’ dari dia eh malah ada aja sesuatu yang terkait sm dy,,

knapa gw g patah? knapa gw masih berjuang? padahal yg gw rasain skrg cm hampa


PUISI UNTUK YANG TERINDAH

PUISI UNTUK YANG TERINDAH

aku menatapnya dari kejauhan
rasa itu sungguh telah hilang
indah yang kudamba
damai yang direnggut waktu

andai dapat kuulang semua
detak ini masih terasa sama
tapi rasa yang kukecap t’lah hilang
seperti hampa yang diiringi sebuah irama

dia yang memudar
aku ingin meneteskan air mata untuknya
dia yang kini melayu
ingin kuhembuskan kehidupan baru untuknya

jika benar telah mati…
tak ‘kan kubiarkan begitu saja
karena dia yang terindah
karena rasa itu begitu dahsyat

“damn i’m missing u”

sesosok yang pertama kulihat dengan kaus hitam bertuliskan “666 isn’t cool anymore”
lalu aku makin jatuh hati ketika ia mengenakan kemeja putih
badannya yang tinggi besar memebuatku nyaman
suara dan sinar matanya yang teduh membuatku merasa damai
gejolak batinnya yang selalu ingin kupahami
keras kepalanya yang membuatku makin kagum
setiap langkah yang menjadi perjuangannya membuatku selalu menuturkan doa

setiap inci dari dirinya aku suka,,
bahkan aku menemukan ribuan alasan untuk mencintainya
dia yang menginspirasiku untuk terus berjuang
kadang aku merindukan sosok itu…

kenapa rasa itu hilang justru ketika aku berada disini untukmu?
hanya satu sesal itu yang kurasa, aku tak pernah bisa menjaganya

“main-mainlah ke sudut hatiku jika kamu lelah dengan semuanya, tak ada yang berubah kecuali rasa itu, aku akan menyambutmu dengan tangan yang begitu terbuka, bahkan aku akan menjadi ‘tong sampahmu’ ketika kamu ingin berkeluh kesah membuang semua kepenatan”

Ditulis dalam puisi dan cerita. Kaitkata: , . 1 Komentar »

sebelum meninggalkan jatinangor tahun ini

sebelum meninggalkan jatinangor tahun ini…

saya berjanji akan kembali tahun depan…

dengan keBARUan…

resolusi yang baru….

tetapi sebelum merencanakan apa yang akan saya bawa untuk tahun depan…

…(speechless mode:on)

inilah dilema hati yang sedang saya rasakan:

aku hanya mampu terdiam menatapnya…

menatapnya dari keramaian ini…

berjalan beramai-ramai tanpa menunjukkan diri…

dalam hati aku ingin terlihat berbeda…

tapi aku tak mampu, tak berani tepatnya

aku ingin menunjukkan aku ada

setiap hari aku mengamatinya

melihat semua gerak-geriknya

mengamati kebiasaan detilnya

aku ingin ia tahu itu

tapi kenapa aku tak berani menunjukkan diri?

biasanya aku tangguh

tapi kenapa tidak dalam hal ini?

i’m a looser?

what should i do???


*khairinnisasedangbingung*

..MIMPI..

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Aku masih ingin menggenggam erat rasa itu

Aku masih ingin menggapaimu

Dalam mimpi

Hanya itu tempat kita bertemu

Hanya itu sebatas rasa dapat kuungkap

Andai kau nyata di depanku

Andai kau memberi kesempatan untukku mengatakan

Mimpi

Hanya satu itu yang dapat kupertahankan tentangmu

Dan kau terus hidup di dalamnya

Hanya sebatas mimpi

Tidur adalah pekerjaan paling indah. Saat rintik hujan turun menyiratkan berjuta kenangan, aku lebih memilih terlelap dibalik selimut tebal. Kenangan tentang hujan hanya akan membuatku sakit. Lebih baik aku tidur dan bermimpi. Walau mimpi itu tak pernah bisa kuatur. Hanya itu media yang sanggup mempertemukan kami lagi.

Dia hampir selalu datang di mimpi-mimpiku. Dengan keadaan yang berbeda tentunya. Kami tak berbatas keadaaan dalam mimpi. Kami bisa melakukan apapun yang kami mau. Dia bisa memahami apa yang aku rasakan begitu juga sebaliknya. Kami saling menjaga dalam mimpi. Tak ada lagi penghalang antara kami berdua. Tak ada ruang dan jarak yang memisahkan. Semua terasa indah saat ia duduk disebelahku lalu kami bercerita tentang perjalanan hidup.

Semakin hari aku semakin gila akan mimpi-mimpi tentangnya. Mimpi itu bagai candu. Aku tak mampu berpisah dengan mimpiku. Hingga orang mengatakan aku berpenyakit. Jiwaku memang sakit. Sakit dan tak pernah mampu menerima bahwa ini semua hanya mimpi. SEMU. Aku menggilai hal yang tak nyata dalam hidupku.

Aku berjalan sendiri di dunia ini tanpa dia. Dia yang kini entah berada dimana, bersama siapa, melakukan apa, dan keadaannya bagaimana. Perih. Perih yang membuatku tak sanggup untuk terus bertahan di dunia nyata. Aku gila. Setiap aku terbangun, aku tersenyum lalu menangis sejadi-jadinya.

Aku menyadari duniaku gelap tanpanya. Aku hanya menjadi pengecut untuk diriku sendiri. Hanya mampu menjadi raja dalam mimpi-mimpiku. Bahkan aku tak pernah tergerak untuk kembali mencarinya. Tak pernah sedikit pun mencoba untuk bertanya bagaimana keadaannya.

Aku egois. Kenyataan itu menamparku keras-keras. Aku hanya mampu memilikinya dalam mimpi karena aku tak pernah mau mengungkapkan rasa itu. Aku tak pernah membiarkan ia mengetahui rasaku. Aku tak pernah peduli bagaimana rasanya padaku. Bagaimana perasaannya ketika ia mundur dan melihatku yang tak pernah memahami rasanya.

Aku tak bisa serta merta mengatakan rasa itu ada. Aku tak bisa mengungkapnya kar’na mulutku terkunci rapat. Bahkan dia yang kusayangi tak mampu membukanya. Hanya sebatas mimpi aku sanggup memberi ruang untuk rasaku sendiri. Hanya sebatas mimpi yang bisa aku berikan untuk rasa yang dulu ia miliki. Dan itu akan mengikatku hingga akhir.

Rizti Khairinnisa

Kamis, 23 Oktober 2008

Ditulis dalam puisi dan cerita. Kaitkata: , , . 3 Komentar »

puisi tentang aku

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Jangan dengar apa yang kuucap

Karena ia hanya racauan tak jelas

Jangan tanya apa yang kurasa

Karena aku tak ‘kan mampu menjawab

Tapi lihat mataku, baca mereka

Mereka bercerita tentang kejujuran

Kejujuran yang tak mampu kurangkai dalam kalimat

Tapi dengar detak jantungku

Karena ia yang merasakan

Euphoria yang tak mampu ku ungkap lewat sebentuk kata

Dan jika kamu menyadarinya

Ia begitu besar dan bergejolak

Ia terkurung dalam jiwa yang sepi

Bantu aku melepasnya,

Ajariku untuk bercerita tentang kejujuran itu

Ajariku untuk mengungkapkan euphoria itu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.